Rockefeller Center memiliki cara untuk mengubah skala menjadi emosi. Berdiri di Rink saat peluncuran United Flags of Fashion, saya terus mendongak. Lebih dari 120 bendera bergerak di atas salah satu landmark paling terkenal di New York, masing-masing membawa interpretasi seorang perancang mengenai sebuah negara bagian atau teritori Amerika.
Tentu saja secara visual sangat memukau. Namun, yang terus membekas di benak saya adalah gagasan di baliknya: mode sebagai catatan hidup tentang bagaimana sebuah negara memandang dirinya sendiri.
Saya hadir mewakili SPREEAI, dikelilingi oleh para desainer, tokoh-tokoh terkemuka di industri ini, dan orang-orang yang telah mengabdikan karier mereka untuk membentuk dunia mode Amerika. Momen-momen seperti ini selalu memperkuat keyakinan yang sangat saya pegang teguh. Mode tidak terpisahkan dari teknologi, budaya, atau identitas. Di sinilah ketiga hal tersebut menjadi nyata.
YANG DIWUJUDKAN OLEH BENDERA PERSATUAN FASHION
Vogue, Dewan Perancang Busana Amerika (CFDA), America250, and Rockefeller Center mempersembahkan United Flags of Fashion untuk memperingati hari jadi ke-250 negara tersebut. Para penyelenggara mengundang para perancang untuk menafsirkan ulang bendera dari 50 negara bagian, lima teritori, dan Washington, D.C., dengan menghadirkan sejarah, bahan, dan sudut pandang mereka sendiri pada simbol-simbol yang biasanya kita anggap tetap. Daftar lengkap perancang busana tersedia di halaman instalasi resmi CFDA.
Premis tersebut sangat kuat karena simbol-simbol yang paling bermakna tidak pernah benar-benar diam. Simbol-simbol tersebut berubah seiring dengan perubahan orang-orang yang diwakilinya. Di tangan para perancang, warna dan geometri yang familiar berubah menjadi cerita tentang tempat, warisan, keahlian, optimisme, perlawanan, dan rasa memiliki.
Instalasi tersebut juga menyampaikan argumen tersendiri bagi dunia mode itu sendiri. Sebuah bendera dan pakaian memiliki kesamaan lebih dari sekadar kain. Bersama-sama, keduanya dapat mengomunikasikan identitas sebelum sepatah kata pun diucapkan, membawa memori, dan membuat seseorang merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar tanpa meminta mereka untuk melebur di dalamnya.
BENDERA FASHION BERSATU: ORANG-ORANG DI BALIK MOMEN TERSEBUT
Peluncuran tersebut mempertemukan lintas bagian mode Amerika yang luar biasa luas. Rumah mode mapan berdiri berdampingan dengan suara-suara independen yang lebih baru. Para perancang, operator, editor, dan pembangun bergerak melalui ruang yang sama, bukan karena setiap orang mendekati industri dengan cara yang sama, tetapi karena masa depan mode akan membutuhkan lebih banyak persinggungan seperti ini.
Sangatlah berarti bisa menghabiskan waktu bersama Steven Kolb, yang kepemimpinannya di CFDA terus menciptakan ruang bagi para perancang busana Amerika untuk dilihat dalam konteks budaya yang lebih luas, dan bersama Jasmin Larian Hekmat, yang karyanya melalui Cult Gaia telah membangun bahasa desain yang langsung dapat dikenali. Saya juga berterima kasih kepada Anna Wintour, Thom Browne, dan Steven atas undangan tersebut serta karena telah menciptakan sebuah platform yang memperlakukan mode bukan sebagai hiasan di sekitar kisah nasional, melainkan sebagai bagian dari kisah itu sendiri.

Ruangan yang bagus melakukan lebih dari sekadar mengumpulkan orang-orang penting. Ruangan tersebut menciptakan izin bagi berbagai disiplin ilmu untuk saling menganggap serius satu sama lain. Ini adalah salah satu dari ruangan-ruangan itu.
BENDERA FASHION BERSATU: TEMPAT BERTEMUNYA KREATIVITAS DAN TEKNOLOGI
Saya pernah menulis sebelumnya tentang konvergensi mode dan teknologi, dan tentang mengapa fesyen adalah masalah paling menarik dalam AI. Berada di United Flags of Fashion membuat keyakinan itu terasa semakin nyata.
Teknologi tidak akan membangun babak selanjutnya dari industri ini dengan meminta kreativitas menjadi lebih mudah ditebak. Masa depan akan muncul ketika teknologi menjadi cukup akurat, cukup berguna, dan cukup cerdas secara emosional untuk melayani visi kreatif tanpa merusaknya.
Itulah standar yang kami upayakan untuk dijaga di SPREEAI. Kecerdasan buatan (AI) seharusnya membantu orang menemukan gaya yang sesuai dengan jati diri mereka, memahami kesesuaian busana dengan lebih percaya diri, dan menjelajahi dunia mode dengan lebih banyak kemungkinan. AI juga seharusnya memberikan cara-cara yang lebih baik bagi para desainer dan merek untuk mengekspresikan karya mereka. Teknologi memang penting, tetapi hanya karena pengalaman manusia di baliknya jauh lebih penting.
Melihat lebih dari 120 interpretasi yang bergerak bersama di atas plaza adalah sebuah pengingat bahwa keberagaman bukanlah kebisingan. Itulah intinya. Sebuah sistem yang dirancang untuk mode harus memahami bahwa identitas bukanlah kategori yang tetap. Identitas bersifat pribadi, kontekstual, dan selalu bergerak.
YANG TERTINGGAL BAGIKU
Saya meninggalkan Rockefeller Center dengan memikirkan tentang kolaborasi. Bukan kata seperti yang tertera dalam siaran pers, tetapi versi yang lebih sulit: orang-orang kreatif dan orang-orang teknis yang saling menghargai untuk membangun sesuatu yang tidak dapat dihasilkan oleh salah satu dari mereka sendiri.
United Flags of Fashion menghormati kreativitas Amerika dengan membiarkannya tetap beragam. Setiap bendera memiliki sudut pandangnya sendiri. Bersama-sama, bendera-bendera tersebut menjadi potret yang lebih utuh tentang negara ini dan tentang industri yang membantu membentuk cara negara ini memandang dirinya sendiri.
Itulah masa depan yang ingin saya bantu bangun: masa depan di mana keahlian tangan dan komputasi bukanlah kekuatan yang saling bersaing, di mana teknologi memperluas ruang untuk selera, dan di mana bagian-bagian dari mode yang paling manusiawi tetap menjadi yang memimpin kita ke depan.
Bendera-bendera tersebut akan tetap berada di Rockefeller Center hingga 4 September 2026. Jika Anda berada di New York, mendongaklah.
